Minggu, 24 Juni 2012

ASUHAN NEONATUS pada BAYI BERMASALAH


ORAL TRUSH

A. Pengertian├× Oral Thrush adalah kandidiasis selaput, lendir mulut, biasanya mukosa dan lidah, dan kadang-kadang palatum, gusi serta lantai mulut. Penyakit ini ditandai dengan plak-plak putih dari bahan lembut menyerupai gumpalan susu yang dapat dikelupas, yang meninggalkan permukaan perdarahan mentah. Penyakit ini biasanya menyerang bayi yang sakit atau lemah, individu dengan kondisi kesehatan buruk, pasien dengan tanggap imun lemah, serta kurang sering, pasien yang telah menjalani pengobatan dengan antibiotik.(kamus Dorland)├× Oral thrush disebut dengan oral candidiasis atau moniliasis, dan sering terjadi pada masa bayi tetapi seiring dengan bertambahnya usia, angka kejadian semakin jarang, kecuali pada bayi yang mendapatkan pengobatan antibiotik.B. EtiologiPada umumnya oral thrush disebabkan oleh jamur candida albicans yang ditularkan melalui vagina ibu yang terinfeksi selama persalinan(saat bayi baru lahir) atau transmisi melalui botol susu dan puting susu yang tidak bersih, atau cuci tangan yang tidak benar.Oral thrush pada bayi terjadi 7-10 hari setelah persalinan. Jamur candida albicans bersifat saprofit sehingga jika daya tahan tubuh bayi turun atau pada pengguna antibiotika yang lama dapat terjadi pertumbuhan jamur ini secara cepat dan dapat menimbulkan infeksi berupa oral thrush dan diare, sehingga apabila penggunaan antibiotik tertentu pada usia dibawah 1 tahun akan mengakibatkan sariawan atau oral thrush yang menetap. Candida albicans tahan terhadap hampir semua antibiotika yang biasa dipergunakan dan dapat berkembang sewaktu mikroorganisme lain tertekan.Oral thrush juga dapat terjadi karena bakteri di dalam mulut karena kurang menjaga kebersihan di mulut. Lesi-lesi mulut mempunyai konsistensi yang lunak, menonjol, bercak-bercak keputihan yang menutupi daerah-daerah yang kecil atau luas pada mukosa mulut, bercak bercak dapat dihapus dan meninggalkan permukaan daging yang berdarahKeadaan ini didukung oleh abrasi mulut, kurangnya kebersihan mulut, superinfeksi setelah terapi antibiotika, malnutrisi, cacat imunologi, dan hipoparatiroidisme. Infeksi berat dapat menyebar menuruni esophagus.C. Tanda dan Gejala1.Tampak bercak keputihan pada mulut, seperti bekas susu yang sulit dihilangkan.2.Bayi kadang-kadang menolak untuk minum atau menyusu3.Mukosa mulut mengelupas4.Lesi multiple (luka-luka banyak) pada selaput lendir mulut sampai bibir memutih menyerupai bekuan susu yang melekat, bila dihilangkan dan kemudian berdarah.5.Bila terjadi kronis maka terjadi granulomatosa (lesi berbenjol kecil) menyerang sejak bayi sampai anak-anak yang berlangsung lama hingga beberapa tahun akan menyerang kulit anak.D. KomplikasiPada bayi baru lahir, apabila oral thrush tidak segera ditangani atau diobati maka akan menebabkan kesukaran minum(menghisap puting susu atau dot) sehingga akan berakibat bayi kekurangan makanan.Oral thrush tersebut dapat mengakibatkan diare karena jamur dapat tertelan dan menimbulkan infeksi usus yang bila dibiarkan dan tidak diobati maka bayi akan terserang diare. Diare juga dapat terjadi apabila masukan susu kurang pada waktu yang lama.E. Penatalaksanaan1.MedikMemberikan obat antijamur, misalnya :a. Miconazol : mengandung miconazole 25 mg per ml, dalam gel bebas gula. Gel miconazole dapat diberikan ke lesi setelah makan.b.Nystatin : tiap pastille mengandung 100.000 unit nistatin. Satu pastille harus dihisap perlahan-lahan 4 kali sehari selama 7-14 hari. Pastille lebih enak daripada sediaan nistatin lain. Nistatin ini mengandung gula.2.KeperawatanMasalah dari oral thrush pada bayi adalah bayi akan sukar minum dan risiko terjadi diare. Upaya agar oral thrush tidak terjadi pada bayi adalah mencuci bersih botol dan dot susu, setelah itu diseduh dengan air mendidih atau direbus hingga mendidih (jika botol tahan rebus) sebelum dipakai. Apabila di bangsal bayi rumah sakit, botol dan dot dapat disterilkan dengan autoclaff dan hendaknya setiap bayi menggunakan dot satu-satu atau sendiri-sendiri tetapi apabila tidak memungkinkan atau tidak cukup tersedia hendaknya setelah dipakai dot dicuci bersih dan disimpan kering, annti ketika akan dipakai seduh dengan air mendidih. Bayi lebih baik jangan diberikan dot kempong karena selain dapat menyebabkan oral thrush juga dapat mempengaruhi bentuk rahang.Jika bayi menetek atau menyusu ibunya, untuk menghindari oral thrush sebelum menyusu sebaiknya puting susu ibu dibersihkan terlebih dahulu atau ibu hendaknya selalu menjaga kebersihan dirinya.Adanya sisa susu dalam mulut bayi setelah minum juga dapat menjadi penyebab terjadinya oral thrush jika kebetulan ada bakteri di dalam mulut. Untuk menghindari kejadian tersebut, setiap bayi jika selesai minum susu berikan 1-2 sendok teh air matang untuk membilas sisa susu yang terdapat pada mulut tersebut.Apabila oral thrush sudah terjadi pada anak dan sudah diberikan obat, selain menjaga kebersihan mulut berikanlah makanan yang lunak atau cair sedikit-sedikit tetapi frekuensinya sering dan setiap habis makan berikan air putih dan usahakan agar sering minum.Oral thrush dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan mulut dan sering-seringlah minum apalagi sehabis makan.
Nitya Harinda Putri


Diaper Rush

BAB I
PENDAHULUAN

1) Pengertian
Diafer rush (ruam popok) adanya keluhan bintik merah pada kelaimn dan bokong pada bayi yang mengenakan pampers di sebut diakibatkan oleh gesekan-gesekan kulit dengan pampers.
Salah satu penyakit kulit yang kerap menimpa bayi dan balita adalah eksim popok (diaper rush). Penyakit ini menurutnya, terutama disebabkan oleh belum sempurnanya fungsi kulit bayi. Akibatnya sekitar 50% bayi yang menggunakan diapers pernah menderita eksim popok dan kebanyakan bayi yang menderita ruam, umumnya berumur 3-12 bln.

2) Penyebab
a. Kebersihan kulit yang tidak terjaga
b. Jarang ganti popok setelah bayi/anak kencing
c. Udara/suhu lingkungan yang terlalu panas/lembab
d. Akibat menceret
e. Reaksi kontak terhadap karet, plastik, deterjen.
f. Kemudian dibersihkan dan tidak boleh menggunakan sabun cuci tangan dan dibilas sampai bersih dan dikeringkan.


3) Etiologi
Kulit bayi tipis dari orang dewasa, sehingga zat-zat dari luar sangat mudah meresap ke dalam kulit. Berfungsi sebagai pelindung. Kulit berperan sangat penting dan memerlukan peralatan khusus. Perawatannya tergantung pada jenis kulitnya. Kulit orang dewasa misalnya berbeda dari kulit anak-anak apalagi bayi.
Banyak yang mengatakan bahwa kulit bayi sangat lembut dan halus. Memang benar demikian friksi pada kulit bayi kerap terjadi. Di samping friksi antara kulit juga terjadi antara kulit dengan produk-produk yang menempel pada tubuh bayi seperti pakaian atau popok. Bila dalam keadaan lembab maka gesekan ini mengiritasi kulit sehingga fungsi kulit sebagai pelindung tubuh menurun. Contoh turunnya fungsi kulit bayi adalah bintil-bintil kemerah-merahan pada pipi atau dahi karena keringat.
Penggunaan popok kerap menimbulkan masalah kulit bayi, yaitu ruam popok (diaper ruish) pada bayi atau anak yang mempunyai kulit sensitif. Iritasi bisa terjadi karena urin.
Tanda dan Gejala.
a. Iritasi pada kulit yang terkena muncul sebagai crytaema
b. Crupsi pada daerah kontak yang menonjol, seperti pantat, alat kemaluan, perut bawah paha atas.
c. Keadaan lebih parah terdapat : pencipta, crythamatosa.

4) Penatalaksana
a. Daerah yang terkena diaper rush, tidak boleh terkena air dan harus dibiarkan terbuka dan tetap kering
b. Untuk membersihkan kulit yang iritasi dan menggunakan kapas yang mengandung minyak.
c. Segera dibersihkan dan dikeringkan bila anak kencing atau berak.
d. Posisi tidur anak diatur supaya tidak menekan kulit/daerah yang iritasi.
e. Usaha memberikan makanan TKTP
f. Memperhatikan kebersihan kulit dan membersihkan kulit secara keseluruhan
g. Memelihara kebersihan pakaian dan alat-alatnya.
h. Pakaian/celana yang basah oleh air kencing harus direndam di dalam air di campur acidum boricun.
Tinja pada kulitnya, karena itu popok modern (popok) lebih baik dipakai secara bergantian dengan popok tradisional. Dengan demikian kulit bayi dapat diistirahatkan dari bersinggungan secara ketat dengan urin atau tinja.
Kecil kemerahan, lecet, dan kulit tampak merah dan basah. Ini karena urin dan tajam, terutama pada bayi atau anak yang mempunyai riwayat alergi pada keluarga. Iritasi memudahkan terjadinya infeksi bakteri/jamur.

BAB II
PEMBAHASAN

Banyak yang mengatakan bahwa kulit bayi sangat lembut dan halus. Menurut Dr. I Ketut Sukarata SpKK dari Departemen Penyakit kulit dan kelamin PKUI-RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, kulit bayi memiliki struktur dan komponen kulit yang sama dengan orang dewasa. Yakni memiliki lapisan epidermis, dermis, dan lapisan lemak. Yang membedakan adalah ketebalan lapisannya. Kulit bayi lebih tipis dari orang dewasa. Disamping itu, ikatan sel pada kulitnya lebih longgar konsekuensinya, zat-zat dari luar sangat mudah masuk ke dalam kulit, ujar Ketut.
Karena tipisnya lapisan kulit bayi, berbagai faktor dari luar, seperti kuman, bakteri, jamur, sangat mudah menginfeksi kulit bayi yang tidak dilindungi. Ini pula yang menjadi perih. Ahli kulit lainnya, Dr. Herman Cipto dari PKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo, menurutnya perlindungan terhadap kesehatan kulit bayi harus diutamakan dengan kelembaban alami kulit harus terjaga. Karena itu, banyak produk untuk bayi disesuaikan dengan kondisi kulit bayi itu sendiri. Biasanya bahan beriritasi dan harus hipoalergen, jelas Herman.
Menurut Ketut, kulit bayi mengandung sedikit lemak karena itu tingkat keasamannya harus berkisar PH kulit, yaitu sekitar PH5, Kulit kita bersifat asam. Asam berfungsi sebagai pelindung atau mantel dari luar. Kalau basah, maka asam itu akan luluh dan justru membuat kulit tak terlindungi lagi. Ia menyarankan kebutuhan dan kesesuaian dengan kulit bayi bahan-bahannya pun yang ditujukan untuk memelihara kelembaban alami kulit bayi. Garam-garaman kalsium pada produk tertentu jelas harus dikurangi untuk digunakan pada bayi.
Herman mengungkapkan, ada banyak hal yang bisa membuat kulit bayi menurun fungsinya, selain menggunakan produk yang tak sesuai untuk kulit bayi, turunnya fungsi kulit juga disebabkan oleh pengaruh lain dari dalam tubuh, seperti alergi terhadap zat-zat tertentu.

2.1. Faktor Resiko
Sejumlah penyebab yang sifatnya kompleks menjadi pemicu timbulnya eksim popok (diaper rush). Beberapa faktor penyebab yang diidentifikasi dan berperan menimbulkan ruam popok antara lain faktor fisik, kimiawi, enzimnya dan mikroba. Menurutnya, kombinasi berbagai tersebut menjadi penyebab utama terjadinya ruam popok pada kulit bayi yang masih peka. Aneka faktor tersebut berasal dari sejumlah hal yaitu :
· Pemakaian popok, pemakaian popok modern dengan kulit anak. Kotoran pantat dan cairan yang bercampur menghasilkan zat yang menyebabkan peningkatan PH (derajat kesamaan) kulit dan enzim dalam kotoran. Tingkat kesamaan kulit yang tinggi ini membuat kulit lebih peka, sehingga memudahkan terjadinya iritasi kulit.
· Pemberian susu formula ternyata juga memungkinkan bayi anda mengalami masalah ruam popok lebih besar dibandingkan dengan ASI (air susu ibu) pada urin atau kotorannya bayi anda. Ruam popok dapat disebabkan oleh adanya riwayat alergi karena keturunan.
2.2. Penanganan Pada Diaper Rush (Ruam Popok)
Banyak sekali macam gangguan masalah kulit pada bayi gangguan kulit pada bayi biasanya disebabkan banyak hal, misalnya : terjadinya ruam popok akibat pemakaian popok yang menimbulkan merah pada kulit bayi. Ruam popok ini kerap menjadi masalah pada bayi baru lahir.
1. Jika menggunakan popok dari kain, sebaiknya haruslah terbuat dari bahan katun yang lembut. Janganlah terlalu ketat menggunakan diaper, hal ini agar kulit bayi tidak tergeser.
2. Sebaiknya perhatikanlah daya tampung dari diaper itu. Jika telah menggelembung atau menggantung, sebaiknya segeralah tukar dengan yang baru.
3. Cobalah menghindari pemakaian diaper yang terlalu sering. Gunakanlah diaper disaat-saat yang membutuhkan sekali.
4. Janganlah ada sisa urine/kotoran saat membersihkan kulit bayi karena kulit yang tidak bersih akan sangat mudah mengalami ruam popok.
5. Jangan lupa menggunakan sabun jika kulit bayi yang tertutup diaper terdapat merah dan kasar.

2.3. Therapi
Cara untuk terhindar dari diaper rush yaitu :
1. Dengan cara menganginkan pantat bayi lebih lama sebagai salah satu tindakan pencegahan.
2. Popok harus sering diganti, mencegah pemaparan kulit krim sena dan minyak kastol 0,5-1%.
3. Gunakan sabun bila bayi buang air besar. Setelah itu, keringkan kulit dengan handuk lembut, beri bedak dan popok bisa pasang lagi.
Adhe
Seborrhea

Tak hanya orang dewasa, bayi dan anak pun bisa terserang ketombe. Namun, ketombe pada bayi lebih spesifik, baik bentuk maupun penanganannya. Istilah tepatnya pun bukan ketombean, melainkan /dermatitis seborrheic. /Orang awam sering menyebutnya sarap.
 
Namun, sama halnya dengan ketombe orang dewasa yang sangat mengganggu, pada bayi dan anak pun demikian. Selain membuat tidak nyaman, ketombe atau /dermatitis seborrheic/ sering menimbulkan gatal bahkan terasa sakit bila sudah sampai terinfeksi.
 
*"KETOMBE" PADA BAYI*
 
Dermatitis seborrheic, kata *dr. Ari Muhandari Ardhie, Sp.KK* dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, umumnya hanya terjadi pada bayi karena hal ini terkait dengan hormon androgen milik ibunya yang masih tersisa di dalam tubuhnya. "Itulah kenapa, lewat dari masa bayi, masalah ini akan menghilang seiring dengan berkurangnya kadar hormon androgen."
 
Namun, tidak semua bayi akan mengalami /dermatitis seborrheic. /Jadi hanya bayi tertentu saja, terutama yang mengalami atopik, yakni kecenderungan untuk bereaksi menyimpang terhadap bahan-bahan yang bersifat umum. Bila reaksi menyimpang itu terjadi di kulit kepala, maka akan timbul /dermatitis seborrheic/ bahkan eksim. Bila dermatitis seborrheic ini tidak ditangani secara tepat, mungkin saja akan berlanjut menjadi infeksi. Biasanya disertai proses inflamasi atau peradangan di dalam kulitnya. Ditandai dengan sisik yang berada di atas kulit yang kemerahan.
 
Anak yang atopik umumnya lahir dari orang tua yang berbakat atopik. "Bila orang tua menderita alergi terhadap benda-benda tertentu, hal ini kemungkinan menurun pada anaknya," ungkap Ari. Biasanya, anak yang atopik akan mengalami eksim dan mengalami kelainan di lipat-lipatan tubuh, seperti ketiak, selangkangan, lipatan leher, lipatan hidung, maupun di bagian tubuh lain yang memiliki rambut, seperti alis dan di sekitar kemaluan pada anak yang sudah puber. Hal ini terjadi karena kelenjar minyak selalu berada dalam satu unit dengan folikel rambut. Oleh karena yang paling banyak memiliki kelenjar minyak adalah kepala, maka gangguan pun sering terjadi di situ seperti /dermatitis seborrheic/ dan ketombean.
 
*KELAINAN KULIT KEPALA*
 
Seperti diungkapkan tadi, selepas dari masa bayi, maka /dermatitis seborrheic s/egera menghilang karena hormon androgen yang berasal dari ibu sudah habis. Namun bila lewat usia ini masih juga muncul, berarti telah terjadi sesuatu yang tidak normal. Mungkin saja, sisik-sisik halus itu muncul karena adanya kelainan pada kulit kepala anak balita. "Nah, pada usia balita penyebabnya belum bisa dipastikan. Salah satu dugaan kuat adalah tumbuhnya jamur, sehingga memicu peningkatan produksi kelenjar minyak yang lumayan pesat."
 
Normalnya, kata Ari, setiap sebulan sel-sel kulit kepala yang sudah tua digantikan oleh sel-sel yang muda, sehingga jumlah serpihan kulit kepala yang lepas pun tidak banyak. Namun, sel kulit yang telah terkena jamur akan lebih cepat lepas. Bisa setiap lima hari sekali. Peningkatan produksi kelenjar kulit kepala umumnya disertai dengan rasa gatal, kerontokan rambut, rambut berbau tak enak, lebih berminyak, dan sukar diatur.
 
Jadi, pada anak "ketombeannya" sedikit berbeda dari ketombe orang dewasa. Ketombe pada orang dewasa adalah kelainan-kelainan yang terjadi pada area yang berambut, yang terkait dengan aktivitas kelenjar kulit. Umumnya bila kelenjar kulit kepala berproduksi secara berlebihan, yang bisa saja terjadi tanpa adanya campur tangan jamur atau yang lainnya, akan timbul sisik-sisik.
 
Menurut *Boni E. Elewski, MD,*/ /seorang profesor dermatologi di Universitas Alabama Birmingham (UAB), Amerika Serikat, berdasarkan hasil penelitiannya, ada sejenis jamur yang kerap menyerang kepala anak-anak, yaitu jamur T. Tonsurans. Jamur ini bisa mengakibatkan infeksi /tinea capitis /atau/ ringworm/./ /Hal ini dipicu akibat adanya infeksi jamur pada kulit, yang awalnya menimbulkan rasa gatal.
 
Anak-anak yang tinggal di kota besar, diamati Elewski, lebih rentan menderita infeksi ini karena kondisi lingkungannya yang lebih kurang bersih. Apalagi cara penularannya sangat mudah, bisa dari binatang peliharaan yang terinfeksi, sisir rambut, topi, sikat, serta media di kepala lainnya.
 
Bila anak terkena ringworm, gejala yang timbul umumnya ruam, bercak merah berbentuk cincin atau uang logam di sekitar perut, leher, paha, dan punggung yang pinggirannya terasa kasar serta halus di bagian tengahnya. Nah, bila /ringworm /telah mengenai kulit kepala, maka akan muncul sisik yang mirip dengan ketombe. Bila di kepala anak timbul sisik, mungkin sisik yang dialaminya merupakan infeksi akibat jamur ini.
 
Namun, lanjut Elewski, untuk mendeteksi apakah anak mengalami ketombe atau terkena infeksi jamur/ ringworm, /bukanlah hal yang mudah, karena secara kasat mata gejalanya sangat mirip. Namun terkadang, infeksi /ringworm/ memperlihatkan tanda dimana kulit kepala akan mengeras karena sisik yang berlapis-lapis atau menyebabkan rambut rontok.
 
Meskipun infeksi jamur /ringworm t/idak berbahaya, tetapi bila dibiarkan akan berdampak buruk pada kondisi rambut anak. Soalnya, pada kondisi yang sudah parah, kerontokan rambut akan semakin hebat dan menyebabkan terjadinya kebotakan secara permanen. Juga anak merasa tidak enak badan.
 
Untuk menghindari penularan, maka lingkungan di sekitar rumah harus mulai waspada terhadap anak yang terinfeksi /ringworm. /Ia harus menggunakan peralatan-peralatan rambut seperti sisir, topi, bandana, bando, pita, atau ikat rambut yang tersendiri. Agar lebih terjaga, cucilah semua peralatan tersebut bila ingin dipakai adik atau kakaknya.
 
*KIAT MENGATASI*
 
Bila /dermatitis seborrheic /maupun infeksi/ ringworm s/udah dalam kondisi yang parah, segeralah minta bantuan ahli untuk mengatasinya. Pengobatan-pengobatan yang dilakukan oleh dokter kulit misalnya, sangat diperlukan untuk penanganan yang efektif. Namun, meskipun pertolongan ahli sangat diperlukan, ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan sendiri untuk penyembuhan yang lebih maksimal:
 
1. Umumnya anak yang berbakat atopik di kepala akan mengalami "ketombean" yang lebih parah kalau cuaca sedang panas. Soalnya di saat seperti ini aktivitas kelenjar androgennya akan meningkat. Usahakan meminimalisir suasana tidak nyaman tersebut, misalnya dengan memakai payung bila keluar rumah, menghindari ruangan yang pengap, menghindari baju yang tebal, dan sebagainya. Sangat baik bila kita bisa menyediakan ruangan ber-AC untuk anak.
 
2. Sebaiknya, jangan mengangkat sisik di kepala anak sebelum ada perintah dokter. Dikhawatirkan akan terjadi infeksi. Mungkin saja alat yang digunakan tidak steril. Bila infeksi terjadi, maka bisa lebih berbahaya. Dokter akan memberikan obat bila sisik di kepala anak terlihat banyak dan harus diangkat. Selain itu, terutama pada bayi, obat tersebut biasanya dicampur dengan minyak agar mudah mengenai kulit kepala.
 
3. Penggunaan sampo bisa saja dilakukan karena sampo merupakan produk yang dibuat khusus untuk membersihkan kulit kepala dari kotoran. Namun hati-hati, gunakan sampo yang betul-betul diperuntukkan bagi anak, bukan untuk orang dewasa. Sampo untuk orang dewasa umumnya mengandung bahan sulfaktan, bahan pewangi, pengawet, dan sebagainya yang bisa mengiritasi kulit dan mata. Sedangkan sampo bayi sengaja tidak mendapat tambahan bahan-bahan yang bakal membahayakannya. Sampo tersebut harus lembut karena fungsi kelenjar kulit pada bayi dan anak belum bekerja secara sempurna.
 
4. Penggunaan sampo untuk membersihkan kulit kepala memang sangat efektif. Namun tidak semua bayi dan anak betul-betul membutuhkannya. Bila tanpa sampo tak ada kelainan yang muncul, lebih baik gunakan air bersih saja ketika menyuci kepalanya. Frekuensi yang dianjurkan untuk pemakaian sampo adalah seminggu dua kali atau tiga kali. Namun, umumnya sampo bayi sangat lembut, sehingga tidak masalah bila dipakai setiap hari.
 
5. Banyak anak yang aktif di luar rumah sehingga banyak mengeluarkan keringat dan membuat kepalanya bau. Bila ingin menggunakan sampo setiap hari, pilih sampo jenis/ mild./
 
6./ /Untuk ketombe yang disebabkan jamur, kita bisa menanganinya dengan mengontrol populasi jamur. Kita bisa mencuci rambut anak setiap hari dan pijatlah kulit kepala dengan sampo secara perlahan karena akan menghilangkan jamur lewat serpihan kulit yang lepas.
 
7. Pada kasus karena infeksi /ringworm, p/engobatan tidak selalu harus dilakukan oleh dokter. Kita bisa menggunakan obat antijamur yang bisa didapat di apotek. Carilah produk-produk yang mengandung 2% clotrimezol. Pada beberapa anak yang sensitif dengan produk krim, oleskan sedikit saja. Namun jika terjadi ruam, cobalah konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan alternatif pengobatan yang lain.
 
8. Biasakan untuk selalu mencuci tangan sesudah menyentuh kulit kepala anak yang terkena infeksi. Hal ini dilakukan untuk menghindari penularan lebih lanjut.
 
*Irfan Hasuki (tabloid nakita)
*
=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+
 
Mailing List Nakita
milis-nakita@news.gramedia-majalah.com
 
Arsip
http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/
------------------------------------------------
 
Bisul pada bayi

Bu, ini saya ada artikel soal bisul. Semoga membantu. Anak saya juga dulu pernah muncul bisul. Oleh saran dokter, saya kasih salep garamycin tipis2 (antibiotik). Cepat kering, bahkan belom sampe bernanah dah kempes.

Rgds,
Widia

 
bisa disertai nyeri yang sifatnya ringan sampai sedang.
kulit di sekitarnya tampak kemerahan atau meradang.
kadang disertai demam, lelah dan tidak enak badan.
jika furunkel sering kambuhan maka keadaannya disebut furunkulosis.
diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.
pembiakan contoh jaringan kulit bisa dilakukan untuk memastikan bahwa penyebabnya adalah stafilokokus.
jika bisul timbul di sekitar hidung

folikulitis
folikulitis adalah peradangan pada selubung akar rambut (folikel).
penyebabnya adalah infeksi oleh bakteri stafilokokus.
folikulitis bisa terjadi di bagian kulit manapun, biasanya merupakan akibat dari kerusakan folikel rambut karena:
- bergesekan dengan pakaian
- penyumbatan folikel rambut
- pencukuran.
pada kulit yang terkena akan timbul ruam, kemerahan dan rasa gatal.
di sekitar folikel rambut tampak beruntus-beruntus kecil berisi cairan yang bisa pecah lalu mengering dan membentuk keropeng.
diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.
untuk memastikan bahwa penyebabnya adalah stafilokokus, bisa dilakukan pembiakan contoh jaringan yang terinfeksi di laboratorium.
kompres hangat bisa mempercepat pengempesan folikulitis.
untuk mengendalikan infeksi, bisa diberikan antibiotik (salep maupun kapsul).


bisul
bisul (furunkel) adalah infeksi kulit yang meliputi seluruh folikel rambut dan jaringan subkutaneus di sekitarnya.
penyebabnya adalah bakteri stafilokokus, tetapi bisa juga disebabkan oleh bakteri lainnya atau jamur.
paling sering ditemukan di daerah leher, payudara, wajah dan bokong.
akan terasa sangat nyeri jika timbul di sekitar hidung atau telinga atau pada jari-jari tangan.
furunkel berawal sebagai benjolan keras berwarna merah yang mengandung nanah. lalu benjolan ini akan berfluktuasi dan tengahnya menjadi putih atau kuning (membentuk pustula).
bisul bisa pecah spontan atau dipecahkan dan mengeluarkan nanahnya, kadang mengandung sedikit darah.
biasanya akan diberikan antibiotik per-oral (melalui mulut) karena infeksi bisa dengan segera menyebar ke otak.

karbunkel
karbunkel adalah sekumpulan bisul yang menyebabkan pengelupasan kulit yang luas serta pembentukan jaringan parut.
penyebabnya adalah bakteri stafilokokus.
pembentukan dan penyembuhan karbunkel terjadi lebih lambat dibandingkan bisul tunggal dan bisa menyebabkan demam serta lelah karena merupakan infeksi yang lebih serius.
lebih sering terjadi pada pria dan paling banyak ditemukan di leher bagian belakang.
karbunkel juga cenderung mudah diderita oleh penderita diabetes, gangguan sistem kekebalan dan dermatitis.
beberapa bisul bersatu membentuk massa yang lebih besar, yang memiliki beberapa titik pengaliran nanah.
massa ini letaknya bisa lebih dalam di bawah kulit dibandingkan dengan bisul biasa.
infeksi ini menular, bisa disebarkan ke bagian tubuh lainnya dan bisa ditularkan ke orang lain. tidak jarang beberapa orang dalam sebuah rumah menderita karbunkel pada saat yang sama.
faktor resiko terjadinya karbunkel adalah:
- tingkat kebersihan yang buruk
- keadaan fisik yang menurun
- gesekan dengan pakaian
- pencukuran.
pada kulit yang terkena ditemukan beberapa bisul yang bersatu disertai nyeri yang sifatnya ringan atau sedang.
kulit tampak merah dan membengkak. karbunkel yang pecah akan mengeluarkan nanah lalu mengering dan membentuk keropeng.
diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.
untuk menentukan penyebabnya, bisa dilakukan biopsi atau pembiakan contoh jaringan yang terinfeksi.
untuk mengendalikan infeksi diberikan sabun anti-bakteri, antibiotik topikal (salep atau krim) dan antibiotik per-oral.
kompres hangat bisa membantu mempercepat penyembuhan. jangan pernah memencet atau mencoba memecahkan karbunkel di rumah, karena bisa memperburuk dan menyebarkan infeksi.
jika nanahnya sudah mengering, luka yang tertinggal harus sering dibersihkan dan sesudah menangani karbunkel, tangan harus dicuci bersih-bersih.

 
LINGKUNGAN KURANG BERSIH
 
Bisul atau bisulan (kalau jumlahnya banyak) yang dalam bahasa kedokteran disebut furunkel, seperti dituturkan Titi, merupakan radang atau infeksi yang disebabkan oleh kuman atau bakteri staphylococcus aureus. "Bisul bisa menyerang siapa saja dan dari golongan usia berapa saja, namun yang paling sering diserang adalah bayi dan anak-anak." Lo, kok, begitu?
 
Seperti kita ketahui, faktor kebersihan memegang peranan penting dalam terjadi-tidaknya infeksi. Bila lingkungan kurang bersih, infeksi pun akan mudah terjadi. Sementara yang namanya anak, identik dengan dunia bermain, termasuk main yang kotor-kotor semisal main tanah. Belum lagi habis main si anak langsung pegang ini-itu tanpa cuci tangan lebih dulu. "Nah, kalau kebersihan anak dan bayi tak dijaga dan diperhatikan oleh orang tua, ya, susah. Itu akan mempermudah terjadinya bisul," ujar Titi.
 
Selain itu, anak-anak biasanya sering menggaruk karena rasa gatal yang ditimbulkan akibat banyak keringat dan biang keringat. Padahal, terang Titi, garukan tersebut dapat merusak kulit sehingga memudahkan masuknya kuman dan timbullah infeksi. "Itulah mengapa anak yang sering berkeringat, apalagi keringat buntet, mudah timbul bisulan."
 
Umumnya bisulan pada bayi dan anak-anak ditemui di daerah-daerah yang banyak berkeringat seperti di muka, punggung, lipatan-lipatan paha dan sebagainya. Dengan demikian, daerah-daerah tersebutlah yang paling sering digaruk oleh anak atau mendapatkan gesekan, sehingga pertahanan kulit akan terganggu dan mudah terjadi infeksi. Apalagi kulit bayi dan anak-anak masih tipis dan cukup rentan.
 
Namun jangan pula dilupakan faktor gizi. Sebab, seperti dikatakan Titi, gizi yang kurang juga dapat mempengaruhi timbulnya infeksi. "Bila gizi kurang berarti daya tahan tubuh menurun, sehingga akan mempermudah timbulnya infeksi," jelasnya. Terlebih lagi pada bayi dan anak-anak, kekebalan tubuhnya memang masih kurang dibandingkan orang dewasa.
 
MEMERAH DAN BENGKAK
 
Orang tua bisanya kurang tanggap terhadap gejala munculnya bisul. Entah lantaran kurang perhatian atau memang tak tahu seperti apa gejala bisul. Maklumlah, gejala awalnya hanya terlihat semacam bintil merah, baru kemudian membesar dan bahkan terkadang ditemui abses atau bernanah. "Proses membesarnya bisul merupakan proses imflamasi atau radang. Jadi, ada suatu mekanisme atau reaksi dari tubuh terhadap adanya kuman di daerah tersebut," jelas Titi.
 
Warna memerah dan bengkak merupakan tanda bahwa tubuh memberikan suatu respon dengan berusaha mendatangkan sel-sel radang di sekitarnya untuk mematikan kuman dan mengeluarkan kuman tersebut. Lamanya proses membesar tergantung dari respons imunologis yang dimiliki orang tersebut. Bila responsnya baik, maka makin cepat pula sembuhnya.
 
Menurut Titi, sebetulnya gejala bisul tak selalu sampai bernanah. Kalau toh akhirnya bernanah, itu pertanda bahwa pertahanan tubuh kurang atau lantaran infeksi tersebut tak segera ditangani. "Tapi bila pertahanan tubuh baik atau infeksinya segera diobati, misalnya pemberian antibiotik, maka tak akan sampai abses. Biasanya bisul cuma memerah dan kemudian mengecil sendiri." Nah, pada anak-anak, karena pertahanan tubuhnya masih kurang, mau tak mau bisul harus diobati.
 
Biasanya gejala bisul disertai rasa nyeri akibat radang atau infeksinya. Apalagi kalau bisul semakin besar. Tubuh yang tak bisa mengatasi akan mengakibatkan bisul yang timbul menjadi banyak dan bernanah, sehingga terjadilah penyebaran kuman yang tak hanya di satu lokasi saja. Penyebarannya juga bisa lewat darah atau kelenjar getah bening, "Tapi itu jarang sekali terjadi," ujar Titi.
 
Yang pasti, karena penyebabnya infeksi maka bisul termasuk penyakit menular. "Menularnya bisa karena garukan tangan, sehingga memindahkan kumannya dari satu tempat ke tempat lain." Tak heran awam sering menyebut bisulnya jadi beranak. "Itu menunjukkan daya tahan tubuh anak kurang sekali."
 
JANGAN DIPENCET
 
Seringkali bisul dibiarkan saja, tak segera diobati. Tunggu sampai istilahnya "matang". Padahal, justru sebetulnya kalau bisa bisul jangan sampai bernanah, "Karena bisa terjadi kerusakan jaringan yang lebih parah dan banyak lagi. Kulit bisa berongga," terang Titi.
 
Jika bisul hanya satu atau beberapa dan masih kecil di permukaan biasanya bisa disembuhkan dengan salep antibiotik. Pemakaian obat dalam bentuk salep atau krim yang dioleskan di kulit lebih efektif ketimbang pengobatan jenis lain. Obat-obatan semacam salep ini sangat dianjurkan untuk kulit karena dibuat dengan daya serap yang cukup efektif terhadap kulit. Tapi, jika sudah membesar, agak dalam dan banyak, anak perlu diberi obat antibiotik yang diminumkan juga.
 
Penisilin juga merupakan salah satu obat pilihan. Cuma, bakteri staphylococcus aureus penyebab bisul bisa mengakibatkan resisten terhadap penisilin, karena kuman tersebut mengeluarkan enzim sehingga penisilinnya tak berfungsi lagi. Akibatnya banyak yang menjadi resisten. Karena itu, anjur Titi, lebih baik berikan obat antibiotik yang tahan terhadap enzim yang dikeluarkan kuman tadi, supaya efektif. Selain itu, penisilin juga merupakan salah satu obat yang relatif sering menimbulkan reaksi alergi.
 
Bila sudah terjadi abses, sebaiknya nanahnya dikeluarkan. Biasanya dokter akan menginsisi/mengiris dengan pisau tajam sehingga penyembuhannya akan lebih sempurna. Bila pecah sendiri akan menimbulkan kerusakan kulit dan akan berbekas. Begitu pula bila dipaksa dikeluarkan, misalnya dengan dipencet, penyembuhannya akan menimbulkan bekas yang tak sedap dipandang. "Bekas pada jaringan kulitnya akan meninggalkan parut, bisa lekukan atau yang lebih tinggi lagi. Tak mungkin akan normal kembali. Walaupun pada anak kulitnya masih berkembang, namun tetap saja tak akan normal kembali karena jaringannya yang rusak akan membekas," jelas Titi.
 
Memang, sih, kemajuan teknologi kedokteran memungkinkan untuk mengoreksi bekas luka tersebut dengan operasi. Tapi hal tersebut sangat tergantung pada jaringan parut yang ditimbulkannya. Disamping tentunya memerlukan biaya yang cukup mahal dibandingkan dengan mengobati bisulnya itu sendiri.
 
Untuk mencegah berulangnya kembali bisul pada anak, dianjurkan agar selalu menjaga kebersihan, baik kebersihan diri si anak maupun lingkungannya. Memang, bila dibandingkan sepuluh tahun lalu, masih banyak ditemui bisulan pada bayi dan anak-anak. "Sekarang ini sudah jauh berkurang. Mungkin karena faktor pendidikan, ekonomi dan gizi yang sudah lebih baik," kata Titi.
 
Dedeh Kurniasih
BISUL BUKAN GARA-GARA HOBI MAKAN TELUR
Selama ini ada anggapan anak yang kebanyakan makan telur akan gampang bisulan. Betulkah telur memicu bisul?
 
Ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa angka terjadinya bisulan di Jakarta mencapai 26% dari 326 responden yang diteliti di tahun 2001. Angka itu cukup tinggi, mengingat bisul bukan penyakit berat dan sebagian di antaranya dapat sembuh sendiri. "Masyarakat yang tinggal di daerah padat, sangat rentan terhadap bisul," tandas dr. Susmeiati H. Sabardi, SpKK dari Bagian Kulit dan Kelamin RSAB Harapan Kita, Jakarta. Bisul berada di urutan ketiga dari jenis-jenis peradangan kulit yang paling sering dijumpai.
 
APA SIH BISUL ITU?
 
Bisul sendiri sebenarnya hanyalah sebuah istilah. Jadi, lain daerah bisa lain pula menyebutnya. Akan tetapi secara medis, "Bisul adalah suatu peradangan pada kulit yang biasanya mengenai folikel rambut dan disebabkan oleh kuman staphylococcus aureus," papar dokter yang akrab disapa Susi ini.
Dari jenis-jenisnya, secara medis bisul dibedakan sebagai berikut:
 
* Folikulitis
 
Folikulitis adalah peradangan yang hanya terjadi pada umbi akar rambut saja. Berdasarkan letak munculnya, bisul jenis ini dapat dibedakan menjadi 2, yaitu superficial atau hanya di permukaan saja dan yang letaknya lebih dalam lagi disebut profunda.
 
* Furunkel
 
Furunkel adalah peradangan pada umbi akar/folikel rambut dan sekitarnya. Biasanya jumlahnya hanya satu.
 
* Furunkel losis
 
Disebut furunkel losis apabila jumlah furunkel-nya lebih dari satu.
 
* Karbunkel
 
Bila di saat yang bersamaan ada beberapa/sekelompok furunkel, secara medis diistilahkan sebagai karbunkel.
 
* Abses multiple kelenjar keringat
 
Bisul ini biasanya berupa benjolan yang tidak bermata, jumlahnya banyak, bergerombol di beberapa tempat, seperti di dada dan sebagainya. Bisul jenis ini paling banyak menyerang anak-anak.
 
* Hidra adinitis
Ada juga jenis bisul yang mengenai kelenjar apokrin, yaitu bila bisul tersebut muncul di ketiak atau daerah genital. Secara medis bisul ini diistilahkan sebagai hidra adinitis.
 
* Skrofulo derma
 
Bentuknya memang seperti bisul, tapi sebenarnya adalah benjolan pada getah bening karena penyakit TBC.
 
CERMATI GEJALANYA
 
Walaupun jenis bisul cukup banyak, tapi biasanya orang awam menganggapnya sama saja. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah karena memang gejala yang dimunculkan memang mirip.
 
- Gatal-gatal
 
Bila bisul yang muncul masih berupa folikulitis, gejala yang timbul biasanya berupa gatal-gatal di daerah benjolan dan sekitarnya.
 
- Nyeri
 
Pada bisul yang berjenis furunkel atau karbunkel selain gatal, biasanya juga disertai nyeri.
 
- Berbentuk kerucut dan "bermata"
Bisul jenis furunkel dan karbunkel biasanya berbentuk kerucut dan bermata yang mudah pecah dan mengeluarkan cairan dari dalamnya.
 
- Berbentuk kubah
 
Sedangkan bisul yang muncul pada kelenjar keringat biasanya berbentuk bulat seperti kubah, tidak bermata dan tanpa disertai rasa nyeri. Bisul jenis ini biasanya tidak mudah pecah.
 
- Demam
 
Gejala bisul yang muncul pada kelenjar apokrin biasanya disertai demam.
 
HINDARI PEMICUNYA
 
Sekali lagi, bisul bukanlah alergi dimana ada unsur genetik/keturunan yang menyebabkannya kambuh. "Menurut literatur tidak ada orang yang mempunyai bakat bisulan," jelas Susi. Namun pada beberapa kasus, ada juga orang yang mempunyai kecenderungan bisulan berulang. "Biasanya orang-orang dengan penyakit tertentu, seperti diabetes, lebih mudah bisulan dan setelah sembuh pun dengan mudah akan muncul lagi," lanjutnya.
 
Secara garis besar ada 3 pemicu munculnya bisul, yaitu:
 
- Faktor kebersihan
 
Pada dasarnya bisul muncul karena adanya kuman. Orang-orang yang tidak menjaga kebersihan tubuh dan lingkungannya dengan baik, otomatis lebih berpeluang terpapar kuman penyebab bisul. Tak heran kalau mereka yang tinggal di daerah pemukiman padat, di daerah pengungsian, dimana faktor kebersihannya terabaikan akan lebih mudah bisulan. Namun harus diingat, walaupun tinggal di tempat yang bersih tapi kalau jarang mandi dan membersihkan badan, dengan sendirinya kuman pun akan bersarang.
 
- Daerah tropis
 
Secara geografis Indonesia termasuk daerah tropis. Dimana udaranya panas sehingga dengan mudah orang akan berkeringat. Keringat pun bisa menjadi salah satu pemicu munculnya bisul. Terutama bisul yang terjadi pada kelenjar keringat.
 
- Menurunnya daya tahan tubuh
 
Menurunnya daya tahan tubuh bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya kurang gizi, gangguan darah seperti anemia, mengidap penyakit keganasan seperti kanker, atau penyakit lain seperti diabetes dan sebagainya. Biasanya faktor pemicu itu tak muncul sendirian, melainkan ada beberapa sekaligus. "Misalnya karena selalu berkeringat kemudian muncul biang keringat. Karena gatal, lalu digaruk, ditambah lagi kebersihannya jelek dan gizinya pun rendah, akhirnya jadi bisul. Begitu seterusnya," jelas Susi.
 
Jadi, tidak benar anggapan sebagian masyakarat yang menyebutkan bisulan gara-gara banyak makan telur. "Kalau memang sudah ada faktor pemicunya, mau makan telur atau tidak ya tetap saja bisulan," tandas Susi.
 
Setelah bisulan pun sebetulnya tidak ada pantangan terhadap makanan tertentu, termasuk telur. Yang jelas pola makan memang haruslah seimbang. Pesannya, "Jangan makan telur terlalu banyak, terlepas apakah akan bisulan atau tidak."
 
Menurut Susi bisul bisa saja muncul sejak bayi, meski bukan bayi baru lahir. Ibu-ibu, terutama yang baru punya anak pertama, umumnya takut memandikan dan mengeramasi bayinya. "Padahal bayi juga sudah berkeringat. Terlebih kalau bayi dibobok dengan segala macam minyak penghangat yang tentu jadi lahan subur untuk berkembang biaknya kuman. Nah, kondisi kulit yang seperti ini juga bisa menjadi penyebab bisulan."
 
Yang tak kalah penting, bisul juga bisa menular. Kontak langsung bisul dengan kulit apalagi bila ada goresan meskipun kecil (mikro trauma) dapat menyebabkan kuman berpindah tempat. Tapi kalau tidak ada luka, kebersihannya terjaga dan daya tahan tubuh sedang bagus, tidak akan terjadi penularan.
 
Selain kontak langsung, bisul juga bisa menular melalui kontak tidak langsung. Seperti pemakaian handuk bersama, seprei, baju dan sebagainya. Begitu juga dengan tempat umum, seperti perosotan, kolam mandi bola, dan mainan sejenisnya yang memungkinkan sebagai ajang penularan kuman.
 
Mungkinkah ada orang yang seumur hidup tidak pernah bisulan? "Sebenarnya bukan tidak pernah," ungkap Susi. Bisa jadi bisul itu hanya kecil sementara yang bersangkutan selalu menjaga kebersihan tubuh dan lingkungannya ditambah lagi daya tahan tubuhnya memang bagus "Hingga bisul itu selalu sembuh dengan sendirinya. Nah, karena selalu sembuh sendiri itulah seakan-akan ia tidak pernah bisulan sama sekali."
 
PAHAMI PENANGANANNYA
Satu benjolan kecil atau bekas gigitan nyamuk sebaiknya jangan digaruk, karena bisa menyebabkan luka dan memudahkan kuman masuk. Makanya, kalau sudah muncul benjolan kecil sebaiknya perhatikan kebersihan lebih saksama supaya tidak terpapar kuman. Calon bisul atau bisul kecil di daerah permukaan (superficial) bisa sembuh dengan sendirinya jika kebersihannya terjaga dan tidak tercemar bakteri. Selain itu, bisul juga jangan digaruk supaya di situ tidak terjadi peradangan.
 
Bisul-bisul jenis furunkel dan karbunkel yang memang mudah pecah biasanya akan pecah sendiri akibat gesekan dengan benda lain. Misalnya bisul yang muncul di lipatan lengan, lipatan paha, kaki dan sebagainya akan mudah pecah tergesek baju maupun anggota badan lainnya.
 
Bila bisul terus membesar atau timbul radang dan badan mulai terasa tidak nyaman, sebaiknya segeralah bawa anak ke dokter. "Oleh dokter ia akan diberikan krim antibiotik atau bila perlu tambahan antibiotik oral, tergantung pada kondisi bisulnya," ujar Susi. Antibiotik itu bertujuan untuk mengendalikan dan mematikan bakteri sehingga bisulnya akan kempes dan kering. Dokter pun akan memberikan kompres yang berfungsi untuk mendinginkan, meredakan, dan mengurangi kuman di daerah sekitar bisul. Kebiasaan sebagian masyarakat yang berusaha memecahkan bisul dengan paksa, sangat tidak disarankan. "Sebaiknya bisul jangan dipencet-pencet karena bisa memperparah keadaan." Obat-obat bisul yang banyak beredar di pasaran pun sebaiknya hanya digunakan untuk bisul-bisul ringan yang muncul di permukaan saja. "Tapi kalau letaknya terlalu dalam tentunya obat-obat tradisional tersebut sudah tidak efektif lagi," imbuhnya.
 
KONDISI TERPARAH
 
Walaupun belum pernah tercatat kematian yang diakibatkan bisul, tapi ada baiknya hal ini diwaspadai. Tahukah Anda, bakteri/kuman yang terdapat pada bisul bila dibiarkan saja dapat masuk ke aliran darah. Akibatnya bisa terjadi infeksi pada tulang di sekitar bisul, bahkan kuman tersebut bisa jadi terbawa sampai jantung dan otak. Akan tetapi, lanjut Susi, kasus semacam ini termasuk jarang dijumpai.
 
Parah atau tidaknya bisul tergantung pada ganas atau tidaknya bakteri yang masuk. "Kalau memang bakterinya termasuk ganas, tentu kondisinya lebih serius." Yang harus diwaspadai adalah bisul yang muncul di wajah, tepatnya di daerah sinus. "Bila sampai terjadi infeksi di daerah itu akibatnya bisa fatal."
 
TIPS BAGI ORANG TUA
 
Susi memberikan beberapa saran sehubungan dengan pencegahan dan kesembuhan bisul:
 
* Orang tua harus memperhatikan kebersihan anaknya. Baik kebersihan badan maupun lingkungan bermainnya.
 
* Bila sudah timbul keluhan seperti gatal-gatal, jangan dianggap remeh, bisa jadi itu adalah gejala awal timbulnya bisul.
 
* Kalau ada benjolan, jangan dipencet-pencet apalagi kalau tangan/benda yang digunakan untuk memencet tidak bersih. Aktivitas ini bisa memperparah keadaan.
 
* Jangan sembarangan menggunakan antibiotik untuk mengobati bisul walaupun bentuknya hanya berupa krim, karena antibiotik bisa menimbulkan kekebalan/resistensi.
 
* Perhatikan gizi anak. Asupan gizi yang baik akan berpengaruh terhadap daya tahan tubuhnya. * Bila anak dalam kondisi tidak sehat, sebaiknya hindari tempat permainan umum yang bisa menularkan kuman.
 
Diare pada anak 
Apakah diare itu ?

Diare merupakan keadaan di mana seseorang menderita mencret-mencret. Penderita buang air berkali-kali, tinjanya encer dan kadang-kadang muntah. Diare disebut juga muntahber (muntah berak), muntah menceret atau muntah bocor. Kadang-kadang tinjanya juga mengandung darah atau lendir. Diare menyebabkan cairan tubuh terkuras keluar melalui tinja.



Apakah Diare Dapat menyebabkan kematian ?

Bila penderita diare banyak sekali kehilangan cairan tubuh maka hal ini dapat menyebabkan kematian, terutama pada bayi dan anak-anak di bawah umur lima tahun.



Apa yang menyebabkan Diare ?

Penyebab diare yang terpenting adalah :

- Karena peradangan usus, misalnya : kholera, disentri, bakteri-bakteri lain, virus dsb.

- Karena kekurangan gizi misalnya : kelaparan, kekurangan zat putih telur.

- Karena keracunan makanan.

- Karena tak tahan terhadap makanan tertentu, misalnya : si anak tak tahan meminum susu yang mengandung lemak atau laktosa.



Bagaimana terjadinya diare ?

Diare dapat ditularkan melalui tinja yang mengandung kuman penyebab diare. Tinja tersebut dikeluarkan oleh orang sakit atau pembawa kuman yang berak di sembarang tempat. Tinja tadi mencemari lingkungan misalnya tanah, sungai, air sumur. Orang sehat yang menggunakan air sumur atau air sungai yang sudah tercemari, kemudian menderita diare.



Bagaimana cara menolong diare ?

Minumlah garam ORALIT untuk mencegah terjadinya kekurangan cairan tubuh sebagai akibat diare. Minumkanlah cairan oralit sebanyak mungkin penderita mau. 1 bungkus kecil oralit dilarutkan ke dalam 1 gelas air masak (200 cc) Kalau oralit tidak ada buatlah : LARUTAN GARAM GULA. Ambillah air teh (masak) 1 gelas. Masukkan dua sendok teh peres gula pasir, dan seujung sendok teh garam dapur. Diaduk rata dan diberikan kepada penderita sebanyak mungkin ia mau minum. Bila diare tak terhenti dalam sehari atau penderita lemas sekali bawalah segera ke Puskesmas.



Bagaimana cara mencegah diare ?
Berak di kakus, tidak di kali, pantai, sawah atau sembarang tempat. Cuci tangan sebelum makan, dan sesudah buang air besar. Minum air dan makanan yang sudah dimasak Susui anak anda selama mungkin, di samping makanan lainnya sesuai umur. Bayi yang minum susu botol lebih mudah diserang diare dari pada bayi yang disusui ibunya. Tetaplah anak disusui walaupun anak menderita diare.
Posted by . at 12/09/2006 09:26:00 PM 
Labels: Pencernaan 
 
 
Diare pada Bayi dan Anak
03-10-2009 | Enny Sophia-medicastore.com EmailEMAIL  | PrintPRINT  | RSSRSS  
anak diareDiare merupakan penyakit yang lazim ditemui pada bayi maupun anak-anak. Menurut WHO, diare merupakan buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari, dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih. Terkadang orang tua kerap bertanya-tanya apakah bayinya mengalami diare. Pada anak-anak, konsistensi tinja lebih diperhatikan daripada frekuensi BAB, hal ini dikarenakan frekuensi BAB pada bayi lebih sering dibandingkan orang dewasa, bisa sampai lima kali dalam sehari. Frekuensi BAB yang sering pada anak belum tentu dikatakan diare apabila konsistensi tinjanya seperti hari-hari pada umumnya. Seorang ibu dapat mengetahui kapan anaknya terkena diare, dan bergantung pada situasi anak.

Diare dapat menyebabkan seseorang kekurangan cairan. Penyebab diare bermacam-macam, diantaranya infeksi (bakteri maupun virus) maupun alergi makanan (khususnya susu atau laktosa). Diare pada anak harus segera ditangani karena bila tidak segera ditangani, diare dapat menyebabkan tubuh dehidrasi yang bisa berakibat fatal.

Penyebab Diare Pada Bayi dan Anak
Seperti yang telah disebutkan di atas, banyak hal yang dapat menyebabkan diare. Bila bayi maupun anak anda diare, bisa saja dikarenakan adanya parasit, infeksi bakteri maupun virus, antibiotik, atau makanan.
  • Infeksi virus
    Virus yang paling banyak menimbulkan diare adalah rotavirus.
    Menurut WHO, rotavirus turut berkontribusi sebesar 15-25% diare pada anak usia 6-24 bulan.
  • Infeksi Bakteri
    Bakteri seperti Shigella, Vibrio cholera, Salmonella (non thypoid), Campylobacter jejuni maupun Escherichia coli bisa saja merupakan penyebab diare pada buah hati anda.
    Anak anda kemungkinan mengalami diare akibat infeksi bakteri jika diare yang dialaminya sangat hebat, diikuti dengan kejang, terdapat darah di tinjanya, serta demam.
  • Parasit
    Infeksi akibat parasit juga dapat menyebabkan diare. Penyakit
    giardiasis misalnya. Penyakit ini disebabkan parasit mikroskopik yang hidup dalam usus. Gejala giardiasis diantaranya adalah banyak gas, tinja yang sangat banyak dan berbau busuk, perut kembung, serta diare.
  • Antibiotik
    Jika anak atau bayi anda mengalami diare selama pemakaian antibiotik, mungkin hal ini berhubungan dengan pengobatan yang sedang dijalaninya. Antibiotik bisa saja membunuh bakteri baik dalam usus selama pengobatan. Konsultasikan pada dokter mengenai hal ini. Namun, jangan hentikan pengobatan pada anak anda sampai dokter memberikan persetujuan.
  • Makanan dan Minuman
    Terlalu banyak jus (terutama jus buah yang mengandung sorbitol dan kandungan fruksosa yang tinggi) atau terlalu banyak minuman manis dapat membuat perut bayi “kaget” dan menyebabkan diare.
  • Alergi Makanan
    Alergi makanan merupakan reaksi sistem imun tubuh terhadap makanan yang masuk. Alergi makanan pada bayi biasa terjadi pada bayi yang mulai mengenal makanan pendamping ASI. Protein susu merupakan alergen (penyebab alergi) yang paling umum dijumpai pada bayi. Selain protein susu, alergen yang umum dijumpai adalah telur, kedelai, gandum, kacang, ikan, dan kerang-kerangan. Konsultasikan pada dokter jika anda mencurigai ananda memiliki alergi makanan. Alergi makanan dapat menyebabkan berbagai reaksi (salah satunya adalah diare) dalam waktu singkat maupun setelah beberapa jam.
  • Intoleransi Makanan
    Berbeda dengan alergi makanan, intoleransi makanan tidak dipengaruhi oleh sistem imun. Contoh intoleransi makanan adalah intoleransi laktosa (sangat jarang ditemukan pada bayi). Bayi yang mengalami intoleransi laktosa, artinya bayi tersebut tidak cukup memproduksi laktase, suatu enzim yang dibutuhkan untuk mencerna laktosa (yaitu gula dalam susu sapi dan produk susu lainnya). Gejala seperti diare, perut kembung, dan banyak gas bisa terjadi bila laktosa tidak terurai. Gejala biasanya muncul sekitar satu atau dua jam setelah mengkonsumsi produk susu.
Cegah Diare Sekarang
Diare mudah dicegah antara lain dengan cara:
  • Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting yaitu sebelum makan, setelah buang air besar, sebelum memegang bayi, setelah membersihkan anak dari BAB, dan sebelum menyiapkan makanan
  • Makanan Sehat
    Makanan dapat terkontaminasi oleh penyebab diare pada tahap produksi dan persiapan, dan penyimpanan. Masaklah makanan dengan benar, pisahkan makanan yang telah dimasak dan yang belum dimasak, pisakan pula makanan yang telah dicuci bersih dan yang belum dicuci, dan jaga makanan dari serangga seperti lalat.
  • Meminum air minum sehat, atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merebus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi
  • Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat, kecoa, kutu, lipas, dan lain-lain)
  • Buang air besar dan air kecil pada tempatnya
Penanganan Pertama pada Diare Bayi dan Anak
  • Makan dan Minum
    Untuk bayi dan balita yang masih diberi ASI, teruskan minum ASI (Air Susu Ibu). Bagi anak yang sudah tidak minum ASI, makan dan minum seperti biasa untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang
  • Garam Oralit
    Berikan oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Perlu diperhatikan bagi orang tua mengenai cara pemberian oralit yang benar. Caranya adalah minum segelas oralit sedikit demi sedikit, dua sampai tiga teguk, kemudian berhenti selama tiga menit. Hal ini harus diulang terus menerus sampai satu gelas oralit habis. Minum oralit satu gelas sekaligus dapat memicu muntah dan buang air besar.
  • Segera periksakan anak ke dokter bila diare lebih dari 12 jam atau bila bayi anda tidak mengompol dalam waktu 8 jam, suhu badan lebih dari 39°C, terdapat darah dalam tinjanya, mulutnya kering atau menangis tanpa air mata, dan luar biasa mengantuk atau tidak ada respon.
 
 
 
 
OBSTRUKSI USUS PADA BAYI DAN ANAK
 
Etiologi:
1.Kongenitala
.Atresia ususb
.Intestinal anganglionosisc
.Mekonium ileusd
.Duplikasi intestinal
2.Acquireda
.Intususepsib
.Hernia inguinal lateral
3.Neoplastik
4. Adhesi usus pasca laparatomi
 
Penyebab obstruksi usus pada pasien pediatric:
 
a.Obstruksi setinggi gaster=volvulus gaster, gastric outlet obstruction
 
b.Obstruksi setinggi duodenum 
-Intrinsik : atresia duodenum, web, stenosis
-Ekstrinsik : pancreas anular, preduodenal portal vein
-Volvulus midgut pada malrotasi
 
c.Obstruksi setinggi jejunoileal=atresia jejunoileal, adhesi, mekonium ileus, intususepsi, komplikasi dari divertikulum Meckel
 
d.Obstruksi setinggi kolon rectum=Hirschsprung, atresia kolon, malformasi anorektal, meconium plug synd, mekonium ileus, karsinoma kolorektal
 
Klasifikasi:
•Simpel
•Strangulasi
Simpel terjadi bila salah satu ujung terbendung. Tapi bila terbendung pada bagian proksimal dan distal disebut closed loop obstruction. Keadaan ini biasa terjadi pada kasus hernia, dapat juga terjadi pada kasus kolon yang mengalami obstruksi pada bagian distal dimana katup ileocaecal masih intak.Diagnosis:Gejala cardinal obstruksi usus terdiri dari muntah, distensi abdominal, nyeri abdomen yang bersifat kolik dan obstipasi. Pada neonatus polihidramnion maternal dan tidak keluarnya mekonium pada neonatus merupakan tanda cardinal lain.
 
 
Pemeriksaan fisik 
Inspeksi kadang dapat terlihat kontur usus dengan atau tanpa terlihatnya peristaltik. Adanya jaringan parut bekas operasi pada abdomen dapat mengarah pada kecurigaan adhesi usus sebagai penyebab.Pada pemeriksaan rontgen akan terlihat gambaran air fluid level, gambaran ini khas. Pada obstruksi usus dengan atresia duodenum akan memperlihatkan gambaran spesifik double bubble dengan air fluid level tanpa udara di bagian distal.Jika ditemukan lebih banyak gelembung tetapi tidak terlihat udara di rectum maka level obstruksi usus lebih distal. Malformasi dengan volvulus midgut memperlihatkan gambaran usus berisi udara yang tersebar (scaterred). Dan dengan barium enema terlihat gambaran seperti paruh burung (bird`s beak sign).
 
 
Tatalaksana:
1.Pra-operasiAtasi dehidrasi, NGT, antibiotic IV. 
Jangan lupa untuk identifikasi kemungkinan adanya kelainan penyerta bila penyebab obstruksi adalah kelainan congenital.Untuk atasi dehidrasi pada obstruksi usus cukup dengan Ringer asetat, karena dehidrasi bersifat isotonic. Sedang pada Hypertropic Pyloric Stenosis, karena dehidrasi bersifat hipokloremik maka diberi NaCl ditambah dengan KCl.
2.BedahGastrografin enema digunakan sebagai penanganan nonoperatif pada meconium ileus, sedangkan pada adhesi dengan obstruksi usus parsial dapat dengan dekompresi konservatif. Bila tidak terjadi perbaikan selama 12 jam, maka perlu dilakukan tindakan operasi.Pada obstruksi setinggi duodenum tindakan terbaik adalah duodeno-duodenostomi.Sedang Ladd`s procedure dikerjakan pada obstruksi duodenum yang disebabkan oleh Ladd`s band dengan cara memotong adhesinya, melepaskan adhesi antara usus dan peritoneum parietal dan antara usus dengan usus, mobilisasi caecum dan menempatkan colon pada abdomen kiri.Prosedur operatif untuk kasus atresia jejunoileal adalah reseksi anastomosis.
3.Pasca-operatifKoreksi gangguan cairan dan elektrolit, metablolisme glukosa dan respirasi
 
 
Asam Ursodioksikolat Selamatkan Infeksi pada Bayi
Rabu, 3 September 2008 | 19:53 WIB
JAKARTA, RABU - Asam Urdodeoksikolat dapat memperbaiki kolestasis terkait sepsis dengan cara menurunkan asam empedu di dalam darah. "Kolestasis adalah keadaan kuning karena penyakit hati. Sedangkan sepsis adalah infeksi berat pada bayi lahir dan mengakibatkan kegagalan multi organ," kata Hanifah Oswari di Jakarta, Rabu (3/9) saat menunggu hasil sidang Dewan Penguji disertasi untuk meraih gelar doktor di Bidang Ilmu Kedokteran pada Universitas Indonesia.
Disertasi Hanifah Oswari berjudul Mekanisme Peran Asam Ursodeoksikolat Terhadap Kolestasi Terkait Sepsis: Kajian Khusus Ekpsresi mRNA (messenger Ribonucleic acid) dan Protein Transpoter Asam Empedu pada Mencit . Hanifah dinyatakan lulus dengan yudisium 3,92.
Hanifah Oswari memaparkan, sepsis merupakan penyebab utama kematian pada pasien dengan penyakit kritis, penyebab kedua kematian pasien-pasien di ruang rawat intensif non koroner dan penyebab ke-10 secara keseluruhan penyakit di Amerika Serikat. Rata-rata lama perawatan akibat sepsis adalah tiga minggu dengan beban ekonomi mencapai 17 miliar dollar AS per tahun di AS.
Sepsis juga merupakan penyebab utama pasien dirawat di ruang rawat Neonatologi RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pada penelitian Kohort prospektif, dari 1.625 neonatus yang datang/lahir di RSCM sejak 1 Februari-30 Juni 2007, didapatkan 138 paseien sepsis, dan pada 65,9 persen di antaranya di dapatkan kolestasis. Pasien dengan sepsis dan kolestasis memerlukan perawatan lebih lama dan mengalami risiko kematian 2,25 kali lebih tinggi dibandingkan pasien sepsis tanpa kolestasis.
Sepsis sering menyebabkan kematian walaupun diberi terapi antibiotik. Penyebab tersering kematian pada sepsis adalah kegagalan multiorgan selama sepsis, karena hati memegang peran sentral untuk metabolisme dan mekanisme pertahanan pejamu. Kolestasis pada pasien dengan sepsis meningkatkan angka kesakitan dan lama perawatan di rumah sakit. Oleh sebab itu, diperlukan obat yang dapat memperbaiki kolestasis pada keadaan sepsis.
Kolestasis terkait sepsis merupakan suatu bentuk kolestasis hepatoselular yang terjadi karena disfungsi transpor asam empedu. Mediator yang menyebabkan pelepasan sitokin-sitokin adalah endotoksin bakteri dan lipopolisakarida.  
"Jika ada kelainan hati harus dicari penyebabnya. Kalau dalam dua minggu masih tetap kuning, jangan dijemur saja, tapi harus dilihat kemungkinan kelainan hati atau kolestasis, " kata Hanifah Oswari.    


MASALAH KESEHATAN BAYI & ANAK

Friday, 10 October 2008
ImageBERBAGAI MASALAH KESEHATAN YANG UMUM TERJADI PADA BAYI DAN ANAK.
Selain demam, alasan terbanyak anak dibawa ke dokter adalah batuk pilek, radang tenggorokan, dan diare. Orang tua panik, anak memperoleh berbagai macam obat yang belum tentu diperlukan, yang belum tentu tanpa efek samping. Sedihnya lagi, kondisi tersebut juga paling potensial untuk diterapi dengan antibiotik, padahal sebagian besar penyebabnya adalah virus, yang tidak bisa “dilawan” oleh antibiotik. Rangkuman Ceramah, Purnamawati S Pujiarto, Dr SpAK, MMPed

RADANG/INFLAMMATION - ITIS
Radang atau inflamasi artinya merah, bengkak, dan sakit. Radang tenggorokan, artinya tenggorokannya merah, sakit, dan mungkin agak membengkak (amandelnya).
- Radang bisa karena INFEKSI tetapi bisa juga BUKAN INFEKSI.  Radang akibat infeksi dapat dibagi dua radang karena kuman atau radang karena virus.
- 85% radang tenggorokan pada bayi/anak disebabkan oleh infeksi VIRUS  - tidak perlu antibiotik.
- Radang bukan infeksi misalnya ALERGI, TRAUMA, AUTOIMMUN, TEETHING, dll. Kesemua nya, tidak dapat diobati dengan antibiotik. Upaya terbaik mengatasi alergi adalah avoidance - mengurangi kemungkinan exposure hal2 yang bisa menimbulkan alergi (debu, karpet, binatang berbulu, mainan berbulu, AC, makanan tertentu dengan pewarna, pengawet, perasa sintetik, permen, , sea food).

FEVER (lihat juga summary demam seminar paket 1 pada milis sehat tanggal 28 januari 2004 oleh bpk gendi)
1. Cari penyebab timbulnya demam; pada anak penyebab utamanya adalah infeksi virus.
2. waspadai kemungkinan terjadinya komplikasi dehidrasi.
3. Selama infeksi masih berlangsung, memang harus ada demam. Beri minum lebih banyak dari biasanya.

Kapan  orang tua harus menghubungi dokter?
. Bila bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh ³ 38C
. Bila bayi berusia 3 – 6 bulan dengan suhu tubuh ³ 38.3C
. Bayi dan anak berusia > 6 bullan, dengan suhu tubuh ³ 40C
· Sama sekali tidak mau minum atau sudah dehidrasi; Gelisah, muntah, diare
· Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan
· Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)
· Kejang; Kaku kuduk leher; Sakit kepala hebat
· Sesak napas

Ingat: DO NOT TREAT LOW GRADE FEVER (< 38.3C)

COLDS AND FLU
Penyebabnya infeksi virus. Umumnya berlangsung selama 5 hari (3 – 14 hari rentangnya) tergantung daya tahan tubuh dan tergantung ada tidaknya penderita flu di rumah atau di sekolah. Tidak ada obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh anak terhadap infeksi virus flu akan meningkat sejalan dengan waktu

Tatalaksana:
. Yang paling dibutuhkan adalah cairan, sering minum meski sedikit2.
. Supaya ”ingus” tidak kental dan menyumbat jalan nafas, berikan air garam steril sebagai tetes hidung. Menghirup uap air panas juga banyak membantu.
. Humid environment, jangan kering seperti dalam ruangan berAC. Kalau perlu, taruh satu ember berisi air mendidih setelah anat tidur.
. Paracetamol – bila bayi/anak uncomfortable atau high fever (>38.5)
. Di lain pihak, kita sering mengacaukan alergi dengan flu. Pada alergi yg mengenai hidung, anak juga akan ”meler” tetapi anak tidak demam, tetap aktif bermain.

Pencegahan: Sering cuci tangan, hindari kontak erat dengan penderita flu, jaga kebersihan rumah terutama sehabis penderita flu atau bersin dan batuk, haru di lap bagian permukaan peralatan rumah tangga atau lantai kamar  mandinya.

Kapan menghubungi dokter?
• Bila mengalami demam > 72 jam atau bila batuk terus menerus
• Sesak nafas, kuku dan bibir tampak biru
• Luar biasa rewel, atau luar biasa mengantuk (sangat sulit dibangunkan)

Ingat: Tidak ada obat pilek yang efektif untuk bayi dan anak.

SORE THROAT/PHARYNGITIS (Radang tenggorokan dan infeksi amandel)
Penyebabnya umumnya infeksi virus. ARTINYA: akan sembuh sendiri – self limiting; dan samasekali tidak memerlukan antibiotik
Hanya sekitar 15% saja yg infeksinya disebabkan oleh kuman Streptococcus dan umumnya menyerang anak usia 4 – 7 tahun. Dengan catatan, diagnosisnya harus berdasarkan biakan usap tenggorok

Tatalaksana 
a) Banyak minum; minuman yg hangat akan memberikan rasa nyaman di tenggorokan. Kalau anak sudah besar, bisa diajarkan untuk kumur2 atau mengisap lozenges. Kalau panas atau kesakitan, berikan paracetamol
b) Kalau hidung tersumbat, dapat diberikan tetes hidung NaCl dan menghirup uap panas.

COUGHS
Batuk adalah mekanisme tubuh yang membantu kita mengeluarkan segala sesuatu yg mengganggu saluran napas kita, misalnya, lendir/ ”slym,m” benda asing yang tersedak (susu, kacang, air dll).  Yang terpenting, mencari tahu apa pencetus batuk.  Infeksi kah atau bukan infeksi. Pada anak, batuk umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau oleh alergi.
Batuk akibat infeksi virus flu misalnya bisa berlangsung sd 2 minggu bahkan lebih lama lagi bila anak kita sensitif atau alergi, atau bila di rumah ada anak lain yang lebih besar atau yang juga sedang sakit. Batuk karena alergi juga bisa berlangsung lama atau hilang timbul selama pencetus alerginya tidak diatasi.

Tatalaksana  - Upayakan untuk mengurangi produksi lendir:
• Minum banyak yang hangat misalnya lemon
• Jangan ada asap rokok
• Ruangan jangan kering (Moist air - kamar mandi - buka keran air panas biarkan beberapa lama sehingga ruangan, atau taruh satu ember air panas mendidih, atau pasang humidifier)

Agar anak lebih nyaman, tidurkan dengan bantal agak tinggi
Ingat:
• kebanyakan batuk tidak memerlukan antibiotik
• Jangan beri obat untuk menekan refleks batuk (Codein), Pada dasarnya, tidak ada yang namanya obat batuk itu. Juga tidak ada obat pencair dahak. Cari pencetusnya

BRONCHITIS (“INFEKSI” SAL NAPAS)
Penyebab tersering adalah alergi (Allergic rhinitis, asthma, environmental exposures). Bisa juga karena sinusitis, refluks, reaksi obat, kelainan bawaan saluran napas, tersedak “benda asing”, pneumonia (virus, jamur). Mohon diingat – pneumonia belum tentu karena infeksi bakteria. Jadi  - belum tentu perlu antibiotik. Gejala yang tersering adalah batuk lama

Tatalaksana
- Mencari penyebab. Bila karena alergi – modifikasi lingkungan sekitar untuk mengurangi eksposur pada anak
- Humidifikasi
- Ekstra cairan, dll
Dengan demikian, kalau anak kita dinyatakan menderita bronkitis, kita harus segera berpikir bahwa itis di sini artinya radang – inflamasi. Penyebabnya belum tentu infeksi bakteri - mayoritas bronkitis pada anak tidak perlu antibiotik.

EAR INFECTION
Penyebabnya  umumnya adalah infeksi virus, dan u mumnya terjadi s etelah anak mengalami flu. Kadang-kadang juga ada kaitannya dengan masalah gigi.

Gejala:
• Sakit telinga (biasanya 1 sisi), demam, pilek dengan hidung buntu, rewel, telinga di-tarik2, nafsu makan menurun
• Kadang2 tampak cairan kuning keluar dari telinga, kadang2 juga anak mengalami sedikit gangguan pendengaran

Tatalaksana
- Penghilang rasa sakit
- Posisi tegak/upright position,
- Jangan ada yang merokok
- Jangan mimum susu dari dot-botol sambil tiduran
- Air hangat di botol, bungkus kain perca, taruh di atas telinga
- Kalau perlu minum obat decongestant (mnengurangi hidung buntu)

Pencegahan: berikan ASI selama mungkin

ANTIBIOTIK atau KONTAK DOKTER  
- Bila berkepanjangan, lebih dari 2 minggu atau
- Bila infeksi berat dan anak kesakitan hebat

DIARE – MUNTAH
Pada dasarnya, diare dan muntah adalah upaya tubuh untuk mengeluarkan racun dan mengeluarkan virus/kuman. Tidak perlu memberikan obat anti muntah atau obat untuk “mampet”kan diarenya. Obat-obat semacam ini dapat megurangi/menghentikan gejala diare/muntah tetapi tidak dapat mengobati penyakitnya. Perbaikan tersebut bersifat “semu”. Kita bisa terkecoh, seolah anak membaik, padahal penyakitnya masih terus berlangsung. Selain itu, obat2 tersebut juga bukan tanpa risiko efek samping.

PENYEBAB: pada anak terutama bayi, umumnya disebabkan oleh virus.
Penyebab lainnya adalah food posoning, alergi makanan, dan pemakaian antibiotik

TATALAKSANA – CEGAH DEHIDRASI - Minum banyak
. ASI diteruskan, campur dg Oral rehydration Solution (ORS) seperti pedialit atau oralit
. Bila diare hebat, fokus pada upaya rehidrasi, kalau perlu, untuk sementara waktu tidak perlu makan sampai dehidrasi teratasi

Kapan menghubungi dokter?
- Ada darah di tinja
- Tidak buang air kecil > 8 jam, bibir kering, air mata kering
- Luar biasa mengantuk, sulit dibangunkan
- Lemas, layu

PRINSIP:
- Umumnya tidak perlu diberi antibiotik, antibiotik hanya bila tinja berdarah (butuh evidence/lab). Antibiotik justru akan memperparah diarenya dan akan menyebabkan infeksi tambahan oleh jamur/fungus/candida
- Jangan minum obat untuk menghentikan diare seperti primperan, motilium, juga tidak perlu minum Kaopectate, smecta, ensim
- Pada diare akut, tdk perlu mengganti susu formula.
- INGAT - Jangan memberikan obat anti muntah!!!!

KONSTIPASI
PENYEBAB: utamanya adalah pola perilaku khususnya pola konsumsi makanan. Pola makan kita dulu sarat dengan sayur dan buah (serat), sekarang beralih ke fast food yang bukan hanya rendah serat, tetapi juga tinggi garam dan lemak. Penyebab lainnya adalah:
- Kurang minum
- Ignoring the urge (anak mengacuhkan rasa ingin buang air besar dan justru menahannya)
- Kurang gerak/olah raga, banyak duduk)
- Penyakit: Hypothyroidism (kelenjar gondok kurang berfungsi, jarang, ada gejala lain sejak bayi seperti retardasi mental), retardasi mental

GEJALA:
• Sakit perut, melilit, mules, kembung
• Nafsu makan menurun
• Rewel
• Celana dalam ada berkas tinja (Soiled underwear)
• Tinja keras, tinja ada goresan/bercak darah (Large/blood streaked stools)
• Sering buang air kecil

TYPHUS
Sebenarnya, tifus tdk tergolong kondisi yang sering terjadi pada anak. Namun demikian, kondisi ini sering sekali didiagnosis (“gejala tifus”/verdacht typhus”). Padahal seharusnya, jelas dan tegas, tifus atau bukan.
Bagaimana dan kapan kita menegakkan diagnosis tifus?
- Curigai bila anak (bukan bayi karena tifus ditularkan memalui makanan dan minuman yang tercemar; bayi masih mengkonsumsi ASI.formula, makanan rumah) demam  >5 hari.
- Diagnosis: pemeriksaan laboratorium biakan empedu (Gal culture) bukan pemeriksaan widal. Di negara endemis seperti Indonesia, pemeriksaan widal hampir pasti akan positif tetapi tidak otomatis menyatakan yang bersangkutan sedang menderita infeksi tifus.

TBC
Kondisi yang juga sering salah didiagnosis. Angka kejadian infeksi TBC di Indonesia memang tinggi, tetapi itu bukan berarti – sedikit-sedikit TBC. Anak yang kurus, yang kurang nafsu makan, anak yang batuk-batuk, sering dicap “ada vlek” di paru2nya. Padahal mendiagnosis TB tidak sesederhana ini.  Di lain pihak, kalau memang anak kita TBC, perlu diterapi dengan benar agar kuman TBC benar2 bisa dieradikasi dari tubuh kita. Yang sering terjadi:
– anak mendapat obat TBC tanpa dasar diagnosis yang jelas
– obat TBC tersebut tidak diberikan dengan benar (jenis obat, jumlah obat, dosis, lama pemberian).

Selalu second opinion, karena: diagnosis TBC tidak mudah, dan sekali anak didiagnosis TBC - konsekuensinya banyak – harus mengkonsumsi obat2 anti untuk jangka panjang, padahal obat-obatan tersebut sangat berat`- potensial untuk menimbulkan gangguan hati.

HOSPITALIZATION Indikasi rawat inap harus kuat yaitu:
- Tidak sadar,
- Kejang berulang
- Sesak napas
- Dehidrasi berat
- Membutuhkan obat yang harus diberikan ke pembuluh darah
Bagi anak, rawat inap di rumah sakit bukan hanya menyebabkan taruma kejiwaan tetapi juga menghadapkan anak kepada risiko tertular INFEKSI NOSOKOMIAL (infeksi akibat kuman rumah sakit, dari pasien lain) padahal, kuman di rumah sakit jauh lebih “GANAS” dibandingkan kuman di rumah.  Mengapa?  Di Rumah sakit, kita terlalu banyak mempergunakan antibiotik dan umumnya yang dipergunakan adalah antibiotik yang “kuat”. Dengan demikian, kuman di rumah sakit banyak yang sudah resisten (kebal) terhadap berbagai macam antibiotik (superbugs).
Kuman di rumah jauh lebih “jinak”.

(Sumber: David Sabathian)



 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar